Puisi pertamaku untuknya

vintage rainbow

Kala ku melihat hujan…
Ku seolah merasakan dan mengerti tiap getarnya
Getaran-getaran aneh yang tak dipedulikan oleh sebagian orang..
Getaran-getaran aneh yang ditangisi
Tapi hampir semua orang memberinya senyum

Sungguh..
Mulanya kukira itu hanya sebuah fatamorgana
Ku kira tak ada..
Tapi itu ada

Dulu, ia datang saat malam hari
Menggedor mimpi..
Lalu tiba-tiba ia bercahaya di tengah gelap
Menerangi sebuah ruangan sempit yang berdebu di tempat itu..

Aku melihat sinar itu menangis
Ku beranikan diri tuk bertanya padanya

“Mengapa kau menangis?”

Ia tak menjawab..
Terus saja menangis

Tetesan air matanya bening sperti berlian
Ketika kusentuh air mata itu
Benda itu langsung menyala indah..
Memancarkan aura kesetiaan yang murni dan cinta yang tulus..
Menyayangi apa adanya..

Sekarang..
Kulihat sinar itu tersenyum bahagia..
Ia memancarkan cahaya merah muda bercampur kuning yang sangat lembut..

Aku merasa
Aku telah memberikan berlian itu pada orang yang sangat tepat..
Aku telah memberikannya kepadamu..

Kaulah niji yang datang setelah hujan reda..
Kaulah bintang terindah yang kulihat saat malam..
Ijinkan aku berucap padamu

Slamat datang di hidupku..

About these ads

15 pemikiran pada “Puisi pertamaku untuknya

  1. Pengen ngomenin puisi sendiri ah sekali-sekali.. =P er, kyknya gw udah berubah banyak sejak gw nulis puisi ini. Entahlah.. Kerasa beda feelnya pas baca sekarang sama pas baru buat dulu. Faktor suasana hati juga y mungkin.

Ada tanggapan?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s