Bosan

Entah kenapa
Mendung ini terasa menggangu
Kali ini tak buatku termangu
Sedetik abu-abu
Kemudian jadi biru
Bagai perpaduan kelu dan semu
Menari tak jemu
Menari untuk satu
Satu rasa
Satu jiwa
Satu kata

Lalu aku berdiri
Mengamati
Memahami
Mengagumi
Dan beranjak pergi
Bukankah hidup lebih dari puisi?
Lebih dari arti
Jadi mengapa kita harus bernyanyi?
Cih, menghibur diri
Tak ada yang tau pasti
Hanya satu hal yang ku mengerti
Nada minor adalah variasi mayor

About these ads

5 pemikiran pada “Bosan

  1. Hmm…. lumayan bagus nih. Rimanya cukup terjaga, tapi apa kata “Hm…” itu memang perlu ditulis ya? Apa ngga terasa mengganggu? Tapi saya suka ungkapan di kalimat terakhirnya….

Ada tanggapan?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s