Perzinahan, percabulan, dan kesetiaan

Terkadang saya merasa bingung dengan diri saya sendiri, terkadang saya juga geleng-geleng kepala ketika mendapatkan informasi mengenai kebejatan-kebejatan yang dilakukan manusia yang kian hari kian marak seperti di edan-nenek-manfaatin-cucu-nge-seks-di-internet, seorang nenek memanfaatkan cucunya untuk melakukan perbuatan seks di Internet. Apakah sudah sebobrok itu moral masyarakat dunia?

Kembali ke tujuan awal penciptaan, untuk apa Anda diciptakan? Untuk memenuhi bumi saja? Tentu saja tidak! Anda juga tidak diciptakan untuk menjadi media oversoul roh perzinahan dan percabulan! .Saya bukanlah seseorang yang pandai merangkai kata, saya juga bukan seseorang yang mampu memberikan sebuah pintu ke mana saja bagi masalah Anda, saya juga bukan orang sok suci yang kerjanya menuding kesalahan serta tak punya kerjaan sehingga menulis tulisan ini, saya hanya seorang manusia yang berusaha melakukan sesuatu yang berkenan bagi Tuhan serta berusaha menjadi orang yang berguna bagi semua orang, termasuk Anda. Masalah kesetiaan kepada Tuhan bukanlah masalah hati, masalah kesetiaan adalah masalah pilihan. Misalnya saya, saya selalu belajar untuk setia dalam segala hal, selama ini saya makan di kantin yang sama selama 3 tahun berturut-turut (sebuah contoh yang sangat bodoh mungkin) tetapi paling tidak merupakan contoh yang bagus dalam urusan kesetiaan, yang membuat saya bertahan bukanlah masakan yang enak, bukan pelayanan yang bagus, bukan pula harga makanan yang murah, keadaan yang terjadi justru sebaliknya, saya hanya mendapat masakan standar dengan rasa pedas yang membuat saya berkeringat tiap kali saya selesai memakannya, pelayanan dengan waktu delay yang lama (apalagi kalau belum masak nasi), dan berbagai ketidaknyamanan lainnya, tetapi saya memilih untuk tetap setia berkunjung ketika waktu istirahat siang, entah kenapa saya lebih memilih datang ke sana, mungkin saya termasuk orang yang mempunyai tingkat kesetiaan 8,5 dalam skala 10 (promosi ni ye…. mentang-mentang masih jomblo!) tetapi inti segala persoalan bukanlah masalah kantin melainkan kesetiaan. Saran saya, cobalah untuk selalu setia dalam segala hal, mulailah dari hal yang paling sederhana, jangan pernah menyerah dalam segala persoalan hidup karena perjalanan hidup selalu berbentuk gelombang (ada naik ada turun maksud saya) dan setiap masalah selalu memiliki awal dan akhir, demikian juga dengan penderitaan yang mungkin Anda alami sekarang.

pernahkah Anda?

tulisan lain di kategori komat-kamit

Iklan

Ada tanggapan?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s