ANTENA ORANG KRISTEN

(Ulangan 13:4)

Ada berbagai macam antena. Ada antena TV, radio, parabola, dan sebagainya. Yang jelas antena-antena ini berfungsi untuk menangkap siaran. Begitu juga orang Kristen, harus memiliki antena super canggih yang harus peka terhadap firman Allah. Berbicara mengenai antena yang berfungsi menangkap siaran dari Allah tidak akan terlepas dari hal berikut:

  1. Aliran listrik
    Kehadiran Allah di dalam kehidupan kita bagaikan aliran listrik yang dapat kita rasakan. Aliran itu membawa damai, sukacita, dan penghiburan. Kehadiran Allah dapat kita rasakan kalau antena rohani kita mampu menangkap siaran dari Allah. Tetapi, kadang-kadang antena orang kristen rusak sehingga tidak ada lagi sinyal yang dapat ditangkap dari Allah karena tidak ada lagi hubungan dengan Allah Roh Kudus. Mereka melupakan Allah dan tidak ada lagi persekutuan dengan-Nya. Dalam Yesaya 59:2, β€œ Tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatan dan dosamu.Artinya kabelnya telah putus.
  2. Berhubungan dengan pemberi siaran
    Satelit berfungsi sebagai pembawa pesan. Dalam dunia teknologi canggih, satelit memegang peranan penting dalam menangkap dan memberikan siaran kepada dunia. Bagi orang percaya, satelit itu bagikan Roh Kudus yang menangkap berita ilahi dan memberikan pesan-Nya kepada kita untuk menuntun kepada seluruh kebenaran Allah (Yohanes 16:13-14)
  3. Selalu berkomunikasi dengan stasiun pusat (surga)
    Kalau kabel kita putus hubungannya dengan surga (Yesus), maka kita akan menangkap sinyal-sinyal lain yaiut siaran dari si jahat yang dapat menimbulkan kekacauan-kekacauan di dalam hidup kita yaitu kecenderungan untuk berbuat dosa. Jika sudah demikian, maka kita akan sulit menerima berita atau pesan Ilahi. Semakin tinggi dan besar antena kita, semakin dekat dengan Allah.

Bagaimana dengan antena Saudara saat ini? Apakah masih berfungsi dengan baik? Masihkah Anda berhubungan secara lancar dengan pemberi isaran dan stasiun pusat yaiut surga? Ketika Saudara mulai meninggalkan persekutuan dan mulai mengabaikan jam-jam doa, saat itulah antena Saudara akan menangkap siaran-siaran lain yang bukan berasal dari Allah melainkan dari iblis. Lihatlah oran-orang kristen yang dibebani oleh masalah, mereka kini hanya menyerahkan dirinya pada kejahatan dan tidak lagi mengindahkan yang baik. Tidak ada lagi hubungan mengakibatkan si jahat memakai kesempatan itu untuk mengirimkan pesan-pesan yang menganjurkan kepada manusia untuk memberontak kepada Allah. Waspadalah dan periksa antena Anda.

Iklan

5 pemikiran pada “ANTENA ORANG KRISTEN

  1. @Chindy
    Yap.. Bener banget. Berubah itu suatu pilihan. Sama seperti mencintai.

    @paulus m tangke
    Ehehe.. Mau disambung-sambungin kayak mana juga kayaknya komennya ga bakal nyambung deh pak..
    Air mata gak menyucikan.. Itu ga Alkitabiah, tentang pohon juga kayaknya ga ada di Alkitab..
    Tapi makasih buat komennya πŸ™‚

  2. syalom
    benar, kita mestinya selalu memeriksa agar antena kekristenan kita tetap berfungsi sebagaimana mestinya. persoalannya adalah bila antenanya rusak total, bukankah harus dibaharui sama sekali? trus gimana kalau gk ada antena di jual lagi, atau gk di dapat, atau gak ada uang?
    jawabnya: bertanyalah pada pohon dan pohon itu akan berbunga bagimu, trus nangislah dalam keheninganmu dan biarkan air matamu menyucikan hatimu, hatimu yang suci pasti mengundang senyuman lagi. (gak nyambung ya..antenanya??? hehe….. pasti nyambung dong, kan antenanya rohani yg serba bisa nyambung-jd gk mustahil kan?)

  3. bener juga c,,kemarin2 aku juga lagi ngalamin ky gTU. Antenaku aga sedikit tak berrfungsi dgn baik, karena aku lebih memfokuskan diri menangkap siaran dunia dibanding siaran dari Surga.

    Jadinya, noise2 yang mengalir, menempel di antenaku, dan menghalangi siaranNya Tuhan sampe dgn jelas. Intinya, kembali lagi ke diriku, apa aku mau ambil keputusan untuk membersihkan antena itu dari noise, ato hanya sekedar berdiam diri menantikan prtolngan Tuhan.

Ada tanggapan?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s