KEBERHASILAN

(Yohanes 2:1-10)

Keluarga adalah awal dari sebuah keberhasilan. Demikianlah pandangan banyak orang tentang keberhasilan. Mereka berkata bahwa keberhasilan seseorang itu tidak lepas dari latar belakang dan pendidikan dalam keluarganya. Seorang anak yang ingin mencapai keberhasilan, baik itu dalam studi, pekerjaan, pergaulan, dan lain-lain tidak terlepas dari bimbingan dan didikan dari lingkungan keluarganya.

Semua orang tentu menginginkan dan mendambakan segala sesuatu yang dikerjakannya berhasil. Tentu kalau kita bertanya kepada siapa saja, “ Apakah Saudara menginginkan kegagalan?” Pasti mereka dengan cepat menjawab, “ O, tidak!” Kita semua tidak mau gagal dalam pekerjaan, keluarga, studi, dan lain-lain. Biasanya, apabila mengalami kegagalan dalam hidup, sebagian orang akan kurang menghargai dan bahkan menganggap remeh kegagalan itu. Oleh karena itu, keberhasilan adalah bagian hidup yang selalu diidam-idamkan setiap orang.

Dalam Yohanes 2:1-10, Yohanes mencoba menguraikan dan menjelaskan mujizat yang pertama kali Yesus lakukan dalam memulai perjalanan-Nya di kota Kana. Yesus bersama murid-murid-Nya dan ibu-Nya pun diundang untuk menghadiri pesta perkawinan tesebut. Dalam ayat 3 diceritakan terjadi hal yang tak diduga, pemimpin pesta itu mengalami persoalan yang rumit dan berat. Namun, di tengah-tengah persoalan itu, mereka datang kepada Yesus dan menyerahkan seluruh persoalan itu kepada-Nya

Kalau kita membaca dan meneliti Yohanes 2:1-10 dengan seksama , maka kita akan menemukan kebenaran yang sangat penting bahwa keberhasilan yang sesungguhnya akan tercapai bila kita datang mencari serta menjadikan Tuhan sebagai sumber keberhasilan kita.

Seringkali kita berambisi untuk selalu sukses dan berhasil dalam setiap perbuatan, tetapi kita sering mengalami benturan-benturan sehingga apa yang kita kerjakan itu tidak berhasil atau tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan.

Dengan kekuatan, kepintaran, serta keahlian yang kita miliki, belum tentu setiap persoalaan dapat kita selesaikan. Dalam Yohanes 2:1-10 dikatakan, ketika pemimpin pesta atau ke dua mempelai itu mengalami masalah, mereka mencari Yesus dan mengharapkan pertolongan-Nya. Dalam ayat 7-8, Yesus memberikan jalan keluar atas persoalan yang kita hadapi.

Sesungguhnya, Allah tidak menghendaki kita gagal dalam setiap usaha yang kita lakukan, namun yang menjadi persoalan adalah seringkali kita menghadapi persoalan itu hanya dengan kekuatan dan kemampuan kita sendiri. Oleh karena itu, andalkanlah Tuhan dan jadikanlah Dia sebagai kunci keberhasilan Saudara, maka Saudara akan memperoleh kemenangan dan kemenangan.

Iklan

Ada tanggapan?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s