Kata yang Masih Ada

Kata yang lama masih ada
Menyelap di rongga bisu
Masih terdengar, tawa…
Antara kita, dulu…

Tak ada bedanya antara dua musim
Jika hanya menyalakan lilin yang sama
Tapi itulah cahaya, itulah cahaya…
Aku yakin, dia itu yang terpantul sinarnya
Masuk dalam rongga hati
Dan teranglah di dalam sana

Kapan senja terakhir kau lihat?
Mungkin kini kau sibuk sendiri
Mungkin kisah kita tak lagi bersurat
Tapi pasti, kisah itu belum kau tinggal mati

Simpan saja kejujuran yang dulu
Biar kau tahu betapa mungkinnya
Bila aku tunduk di teduh wajahmu
Menatapmu pias… tanpa kata…

—seperti ekspresi yang tak lekang oleh pergantian tahun—

Iklan

6 pemikiran pada “Kata yang Masih Ada

  1. Bait pertama
    -kyknya bakal lebih bagus kalo antara kita, dulu.. jadi antara kita dulu cz di atasnya lo ud maen komposisi kata yg unik. Sayangnya komposisi itu terasa kurang bagus kalo di ulang.

    Bait kedua
    -Itulah cahaya, itulah cahaya..
    Ga masuk sama emosi puisinya. Baris itu meratap. Sedangkan bait kedua luw bermonolog. Lebih bagus kalo jadi “Tapi itulah cahaya”

    Gw suka bait-bait selanjutnya. Nyatu. Enak dibaca. Di bait-bait ini, gw serasa ngebaca bait-bait puisi keren yg ngebuat gw merinding disko.

    Overall.. Not a good start, tapi endingnya keren. Still a good job. =)
    Jgn pernah berhenti nulis.

Ada tanggapan?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s