Opera Mini 5.1 Resolusi 1280×800 + kartu 3 + modem express card Globe Trotter Ultra GE0302 7,2 Mbps HSUPA = Rp 183.000 = Modal awal akses internet yang murah meriah!

Mungkin yang pertama kali terlintas di benak Anda adalah “Bagaimana bisa Opera Mini yang notabene identik dengan browsing internet do handphone dapat dijalankan di laptop dan lagi resolusinya sesuai dengan resolusi layar laptop?” atau “Apa itu modem express card?” Tenang.. Semuanya akan saya bahas satu persatu di tulisan kali ini.

Tulisan kali ini merupakan hasil eksperimen untuk mendapatkan koneksi internet yang murah dan cepat atau istilah ribetnya adalah eksperimen untuk mendapatkan rasio kualitas berbanding harga yang setinggi-tingginya. Sebelum membeberkan tutorial, saya ingin berbagi cerita terlebih dulu tentang perjalanan eksperimen ini.

Perjalanan eksperimen saya bermula dari tanggal 27 Juli 2010. Saat itu saya sedang di lab komputer teknik metalurgi dan sedang membuka http://rileks.comlabs.itb.ac.id yang merupakan forum internal bagi seluruh civitas akademik ITB. Forum tersebut memiliki sub forum yang bernama forum jual beli. Singkat cerita saya mengakses forum tersebut dan menemukan bahwa ada seseorang bernama Syafiq yang ingin menjual modem express card Globe Trotter karena tertukar dengan modem PCMCIA. Karena penasaran, saya baca penawaran tersebut. Pada mulanya saya tidak mengerti sama sekali tentang express card maupun slot express card. Lalu saya buka link penejelasan tentang express card yang ada di Wikipedia, ternyata slot express card adalah semacam lubang untuk masuknya express card (seperti port usb untuk masuknya USB pada komputer namun bentuknya lebih lebar). Saya lalu teringat tentang slot express card/54 yang secara tidak sengaja saya temukan saat sedang membolak-balikkan notebook untuk melihat lubang untuk koneksi apa saja yang ada di laptop saya. Nah, slot express card ini dapat diisi dengan macam-macam express card, salah satu jenis express card yang terkenal adalah TV Tuner dan modem express card.

Saya lalu mengirimkan SMS kepada Syafiq untuk menanyakan lebih lanjut tentang modem express card yang dia jual. Ternyata express card yang ia jual berukuran 34 namun dapat dipakai pada slot express card 54 maupun 34. Kemudian tidak lama kemudian saya pulang ke rumah kontrakan untuk mengambil notebook saya, lalu saya mengatur pertemuan dengannya di kampus.

Instalasi modem globe trotter ini cukup sederhana, hanya tinggal masukkan CD, install software OPTION, lalu masukkan modem ke slot express card. Tinggal menunggu proses pencarian sinyal, lalu klik tombol “connect”. Setelah status di Network and Sharing Center yang ada di Windows menyatakan “Network 4/ Internet Access”, saya lakukan uji coba dengan mengetikkan http://www.google.co.id pada address bar Google Chrome. Hopla! Situs tersebut terbuka dalam 2 detik saja. Sekedar info, sinyal kekuatan sinyal pada indikator modem menunjukkan 3G 5/5 bar (excellent quality). Ketika saya tanya tentang kartu yang ia pakai, ia menjawab Telkomsel Korporat. Saya lalu melakukan uji kecepatan menggunakan situs http://www.speedtest.net dan mendapatkan bahwa kecepatan download kartu tersebut adalah 0,97 Mbps! Sebuah kecepatan yang luar biasa untuk mobile broadband di Indonesia.

Saya yang puas dengan kinerja modem tersebut kemudian langsung membayar modem tersebut sesuai dengan harga yang ia tawarkan yaitu seharga Rp 150.000. Selesai. Modem tersebut menjadi milik saya, lalu saya pulang.

Beberapa hari kemudian, saya mulai memikirkan kartu dari provider mana yang akan saya gunakan untuk modem ini. Berikut percobaan yang saya lakukan:

  1. Karena saya menggunakan kartu AXIS,maka kartu tersebutlah yang saya coba pertama kali. Namun, ternyata sinyal dari jaringannya masih kurang kuat untuk dapat tersambung ke internet secara baik. Sinyal AXIS baru kuat saat saya bawa ke beranda rumah, bahkan mendapat koneksi 3G dengan bar terisi 3 dari 5 (good quality). Namun hasil tes kecepatan koneksi menggunakan speedtest.net masih jauh di bawah Telkomsel Korporat (kecepatan download hanya 0,06 Mbps). Karena 1 bit = 8 byte dan 1 kbit = 1024 bit, berarti kecepatan downloadnya jika dikonversikan ke dalam kilobyte per detik = 0,06*1024/8 = 7,68 kilobyte/detik. Kartu ini akhirnya tidak saya pilih karena basis pemakaian internet berada di kamar, bukan di luar rumah.
  2. Saya pernah melihat iklan di televisi bahwa provider kartu 3 menawarkan harga akses internet yang termasuk sangat murah:
    • Rp 25000 untuk 500 MB,
    • Rp 35000 untuk 1 GB,
    • Rp 50000 untuk 2 GB, dan
    • Rp 99000 untuk 5 GB

    Saya akhirnya memutuskan untuk membeli kartu perdana 3 (three). Namun, saya tidak serta merta membeli pulsanya, pertama kali yang saya lakukan adalah melihat kualitas sinyal. Pada Nokia 2700 Classic, kualitas sinyal yang didapat konstan yaitu 4/4 bar. Lalu saya coba pasang di modem, sinyalnya EDGE 5/5 bar (excellent quality). Ternyata daerah saya tidak mendapat sinyal 3G dari Three.

    Hal tersebut tidak menyurutkan niat saya untuk bereksperimen dengan kartu tersebut. Saya akhirnya membeli pulsa 3 (three), lalu berlangganan paket 500 MB dengan cara mengetikkan MAU 500MB lalu mengirimkannya ke 234. Saat pertama kali menggunakan, saya sempat kecewa karena kecepatan browsingnya masih kalah dengan AXIS. Uji download dari halaman situs http://speedtest.net pun gagal dilakukan. Saya lalu melakukan uji coba nekat untuk mendownload update dari antivirus gratsan, Avira, yang ukuran filenya mencapai 40,1 MB.

    • Uji coba pertama, setelah menunggu sekian lama, saya ketiduran selama lebih dari 15 menit dan netbook saya otomatis memasuki mode sleep. Download gagal
    • Uji coba kedua, tiba-tiba kecepatan koneksi drop hingga 0 byte/s selama kurang lebih 10 menit saat total download telah mencapai sekitar 20 MB padahal indikator sinyal tetap menunjukkan excellent quality. Download gagal
    • Uji coba download ketiga, kecepatan download relatif stabil, sempat hilang koneksi namun tidak begitu lama. Download berlangsung begitu lama, bahkan sampai saya tinggal tidur saking lamanya. Saat bangun, ternyata download telah selesai dan koneksi ke internet masih berlangsung. Download berhasil namun saya kehilangan quota sekitar 20 MB akibat ketiduran.

Di lain waktu, saya sempat bertanya kepada Syafiq tentang kartu Telkomsel Korporat yang ia pakai, lalu ia merujuk saya ke situs http://modemku.com. Untung situs tersebut mudah diakses, susunannya jelas, terdapat fasilitas chat dengan layanan pelanggan, dan pelayannya memberi respon yang cepat, sehingga saya mendapat banyak informasi termasuk tentang antena modem yagi seharga Rp 250.000 yang ternyata kompatibel dengan modem express card yang saya gunakan. Waktu itu sempat terpikir untuk membelinya, namun dana tidak mencukupi dan lagi masih ragu tentang balik modal atau tidak jika saya membeli antena tersebut sehingga akhirnya saya mengurungkan niat untuk membelinya.

Eksperimen terus berlanjut sampai hari ini secara tidak sengaja saya menemukan situs java4me.blogspot.com/2010/03/omldsuite-opera-mini-on-pc-as-one-click.html. Pada mulanya, setelah menginstall java run time environment, emulator yang dinamakan Opera Mini Large Device (OMLD) tersebut berjalan dengan lancar untuk Opera Mini 5 Beta 2, lalu saya mengikuti langkah-langkah pada situs tersebut untuk mengedit script pada install_opera_mini.bat agar saya dapat menginstall Opera Mini 5.1 pada emulator tersebut. Yes! Instalasi berhasil. Opera Mini 5.1 tersebut sempat saya gunakan untuk update status plurk, twitter, dan facebook. Semuanya berjalan lancar. Bahkan saya sempat menginstall aplikasi java Bolt Browser 2.1 dan sempat melakukan streaming video di youtube dengan browser tersebut. Namun, entah mengapa emulator tersebut tidak dapat berjalan lagi. Saya kemudian mencari pengganti emulator tersebut.

Sebelum mengenal emulator OMLD ini, saya sendiri telah mengenal emulator java semisal SJBoy untuk menjalankan aplikasi java di laptop namun layar emulasinya masih seukuran layar handphone sehingga terasa tidak nyaman digunakan. Saya kemudian mencari emulator aplikasi java lainnya di google dengan kata kunci “opera mini large device”. Kemudian saya menemukan sebuah tulisan yang sangat menarik di www.dotsis.com/mobile_phone/offtopic-zone/102043-opera-mini-pc-also-large-screen.html. Ternyata inovasi Opera Mini di layar besar ini sudah ada sejak tahun 2008 menggunakan emulator yang bernama microemulator. Untuk langkah instalasi, silahkan baca situs tersebut.

Untuk pengguna Indonesia, menurut saya kombinasi modem express card globe trotter, kartu 3, dan emulator java tersebut merupakan kombinasi terbaik untuk melakukan browsing di internet dengan harga yang murah. Bisa dihitung sendiri biaya yang harus dikeluarkan = Rp 150000 untuk modem + Rp 7000 untuk kartu perdana + Rp 26000 untuk pulsa 3 senilai Rp 25000 + 0 untuk biaya download emulator, opera mini, dan java run time environment (sudah termasuk ke dalam pulsa) = Rp 183.000. Hanya dengan 183000 saja, Anda bisa mendapatkan koneksi internet yang murah meriah! Tidak perlu memakai modem USB yang harganya rata-rata sekitar Rp 300.000, belum lagi biaya langganan internet yang sekian ratus ribu per bulan untuk mendapatkan akses internet cepat. Karena ada dua cara untuk sekedar mendapatkan akses internet yang cepat:

  1. Menggunakan provider internet yang menyediakan kecepatan internet yang cepat
  2. Menggunakan provider internet yang kecepatan aksesnya tidak seberapa tapi data dikompress terlebih dahulu sehingga jumlah data yang harus ditransfer berkurang = lebih hemat quota.

Kecepatan download file memang tidak bisa diakali karena ukuran file tidak bisa dikompress seperti halnya halaman web namun biaya yang harus dikeluarkan tetap bisa diakali. Untuk browsing, akses facebook dan lain-lain, gunakan kombinasi kartu 3 + emulator, untuk download, gunakan telkomsel korporat. Tentunya penggunaan trik ini harus di saat yang tepat. Telkomsel Korporat menyediakan bandwith 1 Mbps untuk pemakaian sampai 1 GB, maka maksimalkan untuk download. Jangan gunakan untuk browsing sebelum FUP (Fair Usage Policy) 1GB tercapai karena speed akan turun menjadi 64 kbps saat pemakaian telah mencapai lebih dari 1 GB. Setelah lewat dari FUP, baru gunakan untuk browsing karena paket Telkomsel Korporat ini unlimited. Dengan kombinasi ini, Anda akan mendapat kuota download kecepatan tinggi (speed 1 Mbps) sebesar 1 GB+ kuota browsing unlimited + loading halaman lebih cepat karena rendering halaman memakai server opera mini = Rp 165.000/bulan. Bandingkan dengan yang tidak menggunakan emulator dan kartu 3 berikut ini, kuota download kecepatan tinggi < 1 GB karena quota terpotong untuk browsing + browsing tanpa rendering. Silahkan tentukan sendiri pilihan Anda.

Baca tulisan-tulisan lain

Iklan

27 pemikiran pada “Opera Mini 5.1 Resolusi 1280×800 + kartu 3 + modem express card Globe Trotter Ultra GE0302 7,2 Mbps HSUPA = Rp 183.000 = Modal awal akses internet yang murah meriah!

  1. Gan mau tanya, buat pasang modemnya itu langsung masukin ke slot lebar yg disebelah kiri atau kanan gitu ya? w baru beli modem ky gitu , awalnya w kira kecil modemnya ternyata agak besar juga ya, dan pas w coba dirumah ternyata ga muat slotnya, modemnya kegedean ga masuk ke PC w, w pake asus S200, kira2 ada cara atau alat apa gitu biar bisa dipake modemnya? Tolong pencerahannya gan

    thx

    • Kok bisa ga muat? Harusnya sih muat kalo modem express card. Jangan-jangan beli PCMCIA card ya? Coba cari adapternya, PCMCIA to express card atau PCMCIA to USB.

      • Gatau juga deh gan, waktu beli di webnya bilang itu express card, w beli yg merk ini gan Option GlobeTrotter Ultra Express Card 7.2 HSDPA (GE0201) Vodafone,

        kalo emg itu PCMCIA card, tolong saran tempat beli adapternya ya. Thx gan.

        • Iya gan, barusan cari di web, itu PCMCIA gan, ane tinggal beli adapternya aja, ada di jakartanotebook.com 🙂

          thanks again gan

  2. Ping balik: Inilah Kacamata dari Google dan Spesifikasi Lengkapnya « Life Is A Rock Dynamic Stuff

  3. Ping balik: Yuk Intip Tour Google Maps Baru versi Beta « Life Is A Rock Dynamic Stuff

Ada tanggapan?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s