Teori Informasi, Ide Kreatif, dan Kebesaran Tuhan

Siapa saja pasti pernah mendapatkan ide. Misal, ide untuk menolong kakek-kakek tua menyebrang jalan, ide untuk tugas akhir/skripsi, ide untuk pesta ulang tahun, dan sebagainya. Ide adalah suatu hal yang abstrak. Barangkali di antara Anda ada yang pernah berpikir, darimanakah asalnya ide? Di tulisan kali ini saya akan mencoba membahas mengenai asal mula ide menurut ilmu pengetahuan dan hubungannya dengan kebesaran Tuhan. Tertarik?

Otak merupakan pusat pengendali tubuh manusia. Tanpa otak, tubuh manusia tidak akan dapat berjalan dan manusia akan mengalami kematian. Otak manusia terdiri dari banyak sekali sel syaraf yang saling terhubung. Otak merupakan pusat ingatan/memori manusia. Semua informasi yang kita pelajari baik yang kita pahami maupun tidak, disimpan di otak. Informasi-informasi yang kita peroleh ini kemudian disimpan di bagian-bagian tertentu dari otak. Misal hal yang berhubungan dengan musik disimpan di otak kanan dan hal-hal yang melibatkan pemikiran logis dan analitis disimpan di otak kiri, dan sebagainya.

Pada saat kita terpikirkan sebuah ide kreatif/ide baru, yang sebenarnya terjadi di otak adalah mengalirnya informasi dari kumpulan memori yang satu ke kumpulan memori yang lainnya. Untuk lebih jelasnya, silakan dihat contoh di bawah ini:

mulanya hanya ada hubungan antara tokoh agama dan poligami, tidak ada hubungan dengan matematika

 

Informasi antara poligami dan matematika bagi kebanyakan orang tidak memiliki hubungan apa-apa. Demikian pula awalnya arti informasi-informasi tersebut bagi Mas Deking, orang yang memiliki pengetahuan segudang dalam matematika. Akan tetapi, suatu ketika, mengalirlah informasi tentang matematika ke kumpulan informasi mengenai poligami atau mungkin juga sebaliknya. Seketika, Mas Deking menyadari sesuatu yang baru. Bahwa poligami juga terdapat di matematika (melalui pemahaman akan fungsi surjektif, bijektif, dan injektif) dan ternyata poligami memiliki arti yang penting di dalam matematika. Sehingga lahirlah sebuah ide tulisan yang berjudul Arti penting poligami bagi Matematika.

aliran informasi mengalir dari kumpulan informasi matematika dan kumpulan informasi poligami

 

Fakta menarik yang harus diketahui adalah ternyata otak kita sudah dari sananya terhubung satu sama lainnya melalui jaringan syaraf, hanya saja kita yang tidak memanfaatkannya! Dengan kata lain, ketika terbentuk hal yang saya sebut dengan koneksi baru di tulisan ini, sebenarnya yang terjadi adalah Anda baru saja memanfaatkan jaringan yang menganggur di otak Anda. Buat yang belum tau, rata-rata manusia hanya memanfaatkan 1% dari kapasitas otaknya. Sebagai perbandingan, Albert Einstein berhasil memanfaatkan sekitar 10% dari kemampuan otaknya dan itu membuatnya menjadi ahli Fisika yang termasyhur hingga sekarang. Nah, ketika menulis ini, saya sendiri baru saja menciptakan sebuah koneksi baru antara Albert Einstein, penggunaan kapasitas otak, dengan teori informasi. Dengan demikian saya juga baru saja membuktikan bahwa semakin murah kita membagikan ilmu, maka ilmu kita tidak akan pernah kalah dari orang lain, bahkan ilmu kita sendiri akan ditambahkan.

ketika terbentuk hal yang saya sebut dengan koneksi baru di tulisan ini, sebenarnya yang terjadi adalah Anda baru saja memanfaatkan jaringan yang menganggur di otak Anda.

Walaupun sekilas nampaknya kita dapat melakukan semua proses belajar secara mandiri, perlu kita ingat bahwa bukan kita yang menciptakan otak kita, namun sang Pencipta.

Sebuah koneksi baru juga dapat saja tidak terjadi jika Tuhan tidak menghendakinya. Hal ini pernah terjadi kepada seseorang dan hal itu membuat ia kehilangan kemampuan belajarnya dan ini adalah kejadian nyata. Dulu semuanya normal-normal saja hingga suatu hari semua yang dibacanya tidak dapat ia cerna dengan baik. Hal ini mengakibatkan ia harus mengulang banyak mata kuliah. Ia sendiri tidak mengerti kenapa ia kehilangan kemampuan belajarnya.

Singkat cerita, pada waktu ia berdoa, akhirnya Tuhan membuka kemampuan belajarnya kembali. Namun karena begitu banyak mata kuliah yang harus diulang dan begitu banyaknya bahan yang harus ia pelajari agar tidak drop out, ia tetap saja tidak bisa mengandalkan kemampuan belajarnya sendiri.

Akhirnya ia pasrah saja dan hanya mengucap doa demikian, “Tuhan, tolong beritahu saya soal ujian yang akan keluar”. Pada waktu ia belajar, ada suara di hatinya yang berkata soal ini, ini dan ini yang akan keluar. Dan Tuhan membawa dia melewati ujian demi ujian dengan gemilang sampai ia akhirnya bisa lulus dan lolos dari drop out. Dosen pembimbing orang tersebut sampai berkata demikian, “Seumur hidup saya mengajar, saya tidak pernah bertemu dengan mahasiswa yang mengulang begitu banyak pelajaran dan akhirnya tidak drop out. Apapun agamamu, saya percaya bahwa Tuhanmu adalah Tuhan yang hidup.”
==============================

Ringkasan:

  1. Otak kita mampu mengelompokkan informasi menurut jenisnya secara otomatis
  2. Ide timbul ketika terbentuk koneksi antar informasi yang berhubungan satu dengan yang lainnya.
  3. Terbentuknya koneksi baru di otak Anda tidak terlepas dari peranan Tuhan. Ucapkanlah syukur atas kemampuan belajar yang Anda miliki saat ini.
Iklan

3 pemikiran pada “Teori Informasi, Ide Kreatif, dan Kebesaran Tuhan

  1. Ping balik: (Business S-Curve Approach) Studi Kasus Jatuhnya Nokia, Symbian, dan Blog Ini | Life Is A Rock Dynamic Stuff

  2. Itulah yang membedakan orang-orang besar dan orang rata-rata.. Yaitu setiap ide yang timbul dalam otak masing-masing.

    [blockquote]Great minds discuss ideas; average minds discuss events; small minds discuss people.[/blockquote]

    ~ Eleanor Roosevelt

    • Quotes yang menarik 😀

      Saya jadi teringat akan fakta bahwa tiap orang memiliki kecerdasan yang berbeda-beda. Seketika saya membayangkan ide seperti apa yang keluar dari kecerdasan melukis seseorang dan kemudian saya menyadari satu hal.

      Jenis ide dapat juga terbagi menurut kecerdasan apa yang terlibat di dalamnya. Karena tiap orang itu cerdas, tentunya setiap orang memiliki “great minds” dengan segi yang mungkin berbeda dari kebanyakan orang. Jadi sebenarnya kalau dipandang dari sudut lain, tidak ada yang namanya pemikiran rata-rata dan pemikiran yang kecil.

Ada tanggapan?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s