Suku Bunga Deposito vs Rupiah Anjlok

ilustrasi suku bunga deposito

Nilai tukar rupiah beberapa hari ini sempat anjlok ke kisaran Rp 10.000/ US$. Padahal, beberapa bulan belakangan ini rupiah stabil di kisaran Rp 9700/US$. Menurut Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo, anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika ini dikarenakan kombinasi perkembangan kondisi dunia dan dalam negeri.

Di dalam negeri, banyak perusahaan yang harus membayar hutang dalam bentuk dollar. Selain itu juga ada kekhawatiran dari pihak asing mengenai kebijakan pemerintah yang kurang jelas. Ketidakjelasan kebijakan ini terjadi karena APBN-P belum kunjung disahkan.

Sementara dari perkembangan kondisi dunia, ada spekulasi mengenai Quantitative Easing Amerika yang akan diperkecil. Hal ini diakibatkan ekonomi Amerika yang diperkirakan makin membaik. Pengurangan stimulus ekonomi ini mendorong para pemain di bursa keuangan untuk membeli dollar.

Lantas bagaimana korelasi antara hal yang terjadi di dalam negeri dan perkembangan kondisi dunia tersebut dengan nilai tukar rupiah terhadap dolar? Hal yang terjadi sebenarnya dapat kita pahami dengan mudah dengan menggunakan rule of thumb berikut: Kalau rupiah makin banyak dijual dan dollar makin banyak dibeli, maka nilai tukar rupiah akan makin rendah terhadap dollar.

  • Perusahaan harus membayar hutang dalam bentuk dollar sementara modal dalam bentuk rupiah –> jual rupiah, beli dollar, bayar hutang, rupiah tertekan turun.
  • Kalau harga BBM belum naik –> kestabilan eknonomi Indonesia mengkhawatirkan karena beban subsidi negara tinggi, investor asing khawatir, jual rupiah beli dollar, rupiah tertekan turun.
  • Quantitative Easing Amerika diperkecil –> ekonomi Amerika sudah lebih stabil, jual rupiah beli dollar, rupiah tertekan turun.

Kombinasi ketiga faktor inilah yang menyebabkan rupiah tertekan hingga sempat naik ke level Rp 10.000. per dollar Amerika sebelum akhirnya diintervensi oleh Bank Indonesia dan kembali stabil di kisaran Rp 9850 per dollar Amerika.

Pengaruh Rupiah Anjlok Terhadap Suku Bunga Deposito

Untuk mengantisipasi inflasi yang makin tinggi akibat kebijakan kenaikan harga BBM dan juga membaiknya ekonomi Amerika ini, diperkirakan pemerintah akan menaikkan suku bunga acuan Bank Indonesia untuk menarik rupiah sehingga tidak dijual dan likuiditas rupiah di pasar uang tetap terjaga. Kalau suku bunga BI ini dinaikkan, maka tentu hal ini juga akan berpengaruh terhadap suku bunga deposito dan juga suku bunga tabungan.

Tulisan terkait

Iklan

Ada tanggapan?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s