Chapter 4: Sepeda

Sebelumnya:

============

Pagi itu, HP gue pagi-pagi udah bunyi. Gue memaksakan diri buka mata lalu kedip-kedip sebentar sembari melihat layar HP. “Duh, Dita ngapain lagi telpon pagi-pagi gini..”

“Halo..” kata gue dengan suara bantal

“Hooii, dah jam berapa nih? 5 menit lagi dosen masuk kali, kok lo belom nongol?” ujar Dita di seberang sana.

“Hah? Dosen? 5 menit lagi?” Pikiran gue mendadak seger. Gue langsung mengingat-ingat jadwal.

“Oh iya! Kuliah Psikologi Organisasi! Hari ini pengumpulan tugas!” Waduh, berabe nih kalau sampai gak boleh masuk kelas karena telat, bisa gak diterima juga tugas gue sama dosennya. Buru-buru gue lempar telpon ke kasur terus buru-buru ngaca. Begitu liat rambut, gue langsung frustasi. Ah, kiwil gini rambut gue. Bodo amat deh. Mandi gak mandi kayaknya gak terlalu ngaruh.

Gue langsung ngambil HP, tas, dan sepeda terus langsung ngebut goes sepeda ke kampus. Di sepanjang jalan gue marah-marah sendiri.

Ah, gara-gara penasaran sama kelanjutan ceritanya, gue jadi kebablasan nonton drama Korea sampai jam 3 pagi. Bisa-bisanya gue lupa kalau hari ini kuliah jam 7 pagi. Padahal hari ini bener-bener ga boleh sampai ga masuk karena ada pengumpulan tugas.

Masuk jalan turunan, gue ganti setelan gigi depan dari 2 ke 3 dan setelan gigi belakang dari 5 ke 7, setelan paling berat dan cocok untuk goes kecepatan tinggi. Begitu masuk jalan nanjak, gue turunin gigi depan dan gigi belakang. Diam-diam gue bersyukur karena mekanisme pergantian gigi di sepeda gue sangat bisa diandalkan, begitu setel langsung ganti.

chapter 4: sepeda

Sepanjang jalan, gue pacu sepeda dengan kecepatan tinggi sampai rasanya kaki mau copot. Kalau bisa protes, mungkin kaki gue udah unjuk rasa sambil anarki. Jingrak-jingkrak lalu nginjek-nginjek gue gara-gara sering disuruh kerja paksa.

Waktu lagi di perjalanan, gue melewati dosen Psikologi Organisasi yang lagi jalan ke kelas. Yes! Ga jadi telat.

Begitu turun dari sepeda, betis rasanya jadi lebih gede karena barusan gue paksa kontraksi maksimal. Syukur gak keram karena gak pakai pemanasan dulu, langsung gue geber.

Begitu lihat gue masuk kelas, Dita langsung lambai-lambai kayak daun kelapa di pantai, “Oi Bud, sini.. samping gue”. Spontan anak-anak sekelas langsung pada nengok ke arah gue. Perasaan gue langsung gak enak. Gue bisa nebak apa yang sekarang ada di pikiran bocah-bocah ga jelas ini. Pasti pada mikir, sejak kapan gue deket sama Dita.

Mendadak sekelas jadi paduan suara batuk-batuk, cie-cie, dan ehem-ehem. Sukses banget dah si Dita bikin heboh. Gue pura-pura cuek sembari jalan santai ke samping Dita.

Begitu gue duduk, rasanya kayak baru menang undian apartemen mewah plus pembantu-pembantunya. Gue perhatiin sekilas ekspresi anak-anak cowok, mukanya pada ngiler. Padahal yang baru bangun siapa, yang mukanya ngiler siapa.

“Oi Bud, kok baru nongol sih lo? Biasa lo paling ga pernah telat kan?” kata Dita penasaran. “Lo sejak kapan perhatiin gue? Kok lo tau kalo gue biasanya ga pernah telat?” gue malah balik bertanya.

“Oh, mmm… ya reputasi lo udah terkenal di mana-mana kali. Si jenius yang ga pernah telat.” balas Dita.

“Oh gitu“. Gue gak berkomentar lebih lanjut. Tadi gue sempat perhatikan gerakan matanya waktu dia buat alasan, kanan atas. Tanda-tanda kebohongan untuk orang yang aktif tangan kanannya. Mata memang gak bisa nipu.

Artinya udah lama dia perhatiin gue..

Tiba-tiba muncul kecurigaan baru. Tapi itu gue simpan buat dipikirin nanti. Gue langsung ngubek-ngubek tas buat cari flashdisk karena tugas dikumpulkan dalam bentuk softcopy. 

Gue ubek-ubek tas sekian lama, gak ketemu juga. Akhirnya gue nyerah. Mampus, ternyata flashdisk gue ketinggalan. Gue tiba-tiba inget kalau semalam gue masih edit tugas sedikit. Karena pagi ini buru-buru, gue lupa nyabut flashdisk dari laptop.

-bersambung-

Iklan

Ada tanggapan?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s